Diskursus politik pada setiap menjelang pergantian kepemimpinan di Indonesia selalu diwarnai komentar para futurolog Jawa tentang sosok pemimpin yang akan tampil dengan berbagai akibatnya. Para spiritualis atau mistikus saling melontarkan pendapat berdasarkan pakem kepemimpinan yang ditulis oleh para pujangga masa lalu atau sesuai pandangan batin mereka sendiri, atau berdasarkan hasil perhitungan jangka yang mereka pelajari. Selain melalui media massa dan secara nasional, perbincangan itu juga terjadi pada kalangan masyarakat bawah di warung-warung kopi atau hanya pada kalangan orang-orang tertentu. Read the rest of this entry »
Arsip untuk 2009
Menguak Misteri Presiden Ke 7 Indonesia
In Pendapat Rakyat on Agustus 6, 2009 at 6:40 amSepotong Jalan Rusia dan Impian Soekarno
In Gagasan Untuk Indonesia on Agustus 4, 2009 at 6:58 pm
[ Haryo Darmono ] Tahun 1960-an, insinyur Rusia membangun jalan dari Palangkaraya menuju Tangkiling sepanjang 34 kilometer. Inilah jalan terbaik di trans-Kalimantan yang dilalui Tim Jelajah Kalimantan Kompas bersama Departemen Pekerjaan Umum, Jumat (13/2). Stabilnya konstruksi jalan disebabkan insinyur Rusia terlebih dahulu mengeruk gambut di ruas ini. Jalan aspal itu lurus dan mulus.
Tak ada guncangan ketika mobil melaju kencang di atasnya. Ini berbeda dengan jalan trans- Kalimantan dari Nunukan, Kalimantan Timur, hingga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang penuh lubang dan bergelombang. Read the rest of this entry »
Kepemimpinan Profetik
In Pendapat Rakyat on Agustus 1, 2009 at 8:34 am
[ H.M. Aksa Sanjaya ] Pemimpin adalah pelayan bagi rakyatnya. Pemimpin bukanlah seseorang yang dengan kekuasaan dan kewenangan yang dimilikinya lantas menelantarkan rakyat yang dipimpinnya, atau bahkan menjerumuskan umat manusia pada kehancuran. Seperti yang Rasulullah Saw sampaikan dalam sebuah hadist: “dua dari golonganku yang apabila mereka baik maka baik semua manusia dan apabila mereka buruk maka buruklah semua manusia; mereka itu adalah Ulama dan Umaro.
Umaro didefinisikan secara sederhana sebagai pemimpin. Namun dalam konteks ini, saya ingin mengatakan bahwa Umaro tidak selalu disimbolkan sebagai individu, tapi sebagai sebuah sistem pemerintahan. Hal ini berangkat dari pemikiran bahwa pemimpin dan kepemimpinan itu sendiri merupakan sistem integral yang saling terkait dengan sub-sistem pendukung lainnya untuk menyejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Read the rest of this entry »
Lepasnya P. Sipadan & Ligitan
In Pendapat Rakyat on Agustus 1, 2009 at 8:22 am
[ Kolonel Ctp Drs. Umar S. Tarmansyah, ] Putusan Mahkamah Internasional / MI, International Court of Justice (ICJ) tanggal 17-12-2002 yang telah mengakhiri rangkaian persidangan sengketa kepemilikan P. Sipadan dan P. Ligitan antara Indonesia dan Malaysia mengejutkan berbagai kalangan. Betapa tidak, karena keputusan ICJ mengatakan kedua pulau tersebut resmi menjadi milik Malaysia.Disebutkan dari 17 orang juri yang bersidang hanya satu orang yang berpihak kepada Indonesia. Hal ini telah memancing suara-suara sumbang yang menyudutkan pemerintah khususnya Deplu dan pihak-pihak yang terkait lainnya. Dapat dipahami munculnya kekecewaan di tengah-tengah masyarakat, hal ini sebagai cermin rasa cinta dan kepedulian terhadap tanah air. Read the rest of this entry »
Arti Penting Sejarah
In Pendapat Rakyat on Juli 16, 2009 at 2:05 am
Pidato Pramoedya Ananta Toer pada peluncuran ulang Media Kerja Budaya,14 Juli 1999 di Aula Perpustakaan Nasional
Para hadirin yang terhormat,
Sebetulnya apa yang saya katakan dalam 10 tahun ini sudah sering saya katakan secara lisan. Sekarang saya sampaikan lagi secara lisan. Pertamakali tentang negara kita adalah negara maritim terdiri dari belasan ribu pulau tetapi mengapa diduduki oleh Angkatan Darat. Dari bupati kadang-kadang sampai kepala desa. Mengapa ini bisa terjadi . Ini adalah kesalahan historis. Kesalahan lain dengan kekeliruan. Kesalahan berasal dari sudah dari otak, kalau keliru itu adalah salah dalam pelaksanaan teknis. Kenapa terjadi kesalahan ini? Read the rest of this entry »
Wujudkan Otonomi Desa !
In Gagasan Untuk Indonesia on Januari 11, 2009 at 12:04 pm
Desa adalah kekuatan….. ekonomi
Agar warganya tak pindah ke kota
……
Desa adalah kekuatan sejati……..
Desa dan kota tak terpisahkan
Tapi desa harus diutamakan
Sayup-sayup terdengar lagunya Iwan Fals yang berjudul desa, yang dia tulis puluhan tahun lalu. Meskipun lagu tersebut sudah lama namun apa yang digambarkan dalam lagu tersebut sangat relevan dengan situasi desa atau nama lain yang setingkat dengannya saat ini. Fakta menunjukkan bahwa mayoritas penduduk negeri ini berada di desa harusnya perhatian diberikan lebih besar kepada wilayah ini. Namun kalau kita mau jujur melihat realitas masyarakat desa baik dari sisi kesejahteraan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang ada didesa membuat kita terhenyak, apa yang dicita-citakan sebagaimana bait lagunya Iwan Fals masihlah jauh dari harapan. Read the rest of this entry »
Kebangsaan & Kemiskinan
In Pendapat Rakyat on Januari 5, 2009 at 4:42 am
Ketika ditanya apakah permasalahan bangsa pada saat ini yang paling mendera. Sertamerta orang akan menjawab, ”Kemiskinan.”
Sesudahnya kemudian berbicara problematika perikehidupan yang lain. Sebenarnya, kemiskinan dihadapi penduduk semua negara di dunia dengan intensitas berbeda-beda. Ekonom sering menyebut bahwa economic growth is necessary but not sufficient.
Ternyata pertumbuhan tidak serta-merta mampu menurunkan jumlah penduduk miskin apabila tidak diikuti perbaikan kapabilitas sumber daya manusia. Akumulasi dana masyarakat yang besar tidak berkontribusi nyata bagi penanggulangan kemiskinan jika tidak didistribusikan ke sektor riil, khususnya mendukung usaha gurem dan mikro, yang orang sering menyebutnya dengan ekonomi rakyat. Read the rest of this entry »
Desa Kuat, Nasionalisme Mantap
In Pendapat Rakyat on Januari 5, 2009 at 4:25 amGagasan pemecahan UU Pemerintah Daerah menjadi tiga varian, yaitu UU Pemerintah Daerah (Pemda), UU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dan UU Desa, kembali menguat. Kali ini, tuntutan muncul melalui realisasi UU Desa yang diprakarsai Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Saat melakukan kunjungan kerja di beberapa daerah, DPD mendapat desakan agar segera menuntaskan pembentkan UU Desa. Undang-undang ini bertujuan agar desa semakin otonom mengurus diri sendiri setelah selama ini hanya jadi sumber pendapatan dengan melupakan aspek pemberdayaan masyarakat dan pemerintahannya.
Menurut Idris Zaini, anggota DPD asal Riau, RUU Desa harus segera dituntaskan untuk kepentingan daerah. “Harus dituntaskan demi kepentingan daerah, bukan elit,” kata Idris ketika membacakan Laporan Kegiatan di Daerah pada lanjutan Sidang Paripurna DPD yang dipimpin Wakil Ketua DPD Irman Gusman di Gedung Nusantara V Senayan belum lama ini. Read the rest of this entry »
Hentikan Privatisasi BUMN
In Pendapat Rakyat on Januari 5, 2009 at 4:15 amTeori matematika seri II bisa terulang jika program/rencana privatisasi BUMN berlanjut.Kalau BUMN sudah habis apakah mungkin pulau-pulau diprivitasi satu per satu karena tidak mempunyai solusi?
Di lain pihak kita dapat saksikan mobil dinas yang baru-baru dengan merk bergengsi dan gedung pemerintahan yang mewah dengan full AC. Bahkan rumah salah seorang bupati mencapai miliaran rupiah. Untuk inikah privatisasi aset bangsa? Pada permulaan tahun 60-an atau di zaman orde lama yang diantar jemput dengan mobil dinas hanya dekan untuk salah satu perguruan tinggi di Bandung. Itu pun mobilnya sedan kecil, Fiat 1100 D.Orang bijak bilang, anak jangan dimanjakan nanti akan merongrong orangtua. Demikian juga pejabat/birokrat sebagai pelayan masyarakat jangan dimanjakan nanti bisa menyengsarakan bangsa. Karena itu, APBN dan APBD dipangkas untuk menghindari privatisasi yang berakhir pada kerusakan bangsa.
Zulfan Armiya, Ciputat Tangerang. Senin, 05 Januari 2009, 06:23:42, http://rakyatmerdeka.co.id
Nasionalisme
In Ideologi Bangsa on Januari 5, 2009 at 1:45 amNasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya”, debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini. Read the rest of this entry »
Pancasila & Manusia Modern 1
In Ideologi Bangsa on Januari 5, 2009 at 1:31 amPancasila Bagi Manusia Modern bag 1
SEJARAH PANCASILA. Oleh Wandy M Tuturoong sebagai pembicara pertama mengulas topik Sejarah Pancasila dengan sajian yg apik dan menarik. Menjelang kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, Jepang berusaha menarik perhatian para pemimpin kita, dengan mendirikan Panitia Persiapan Kemerdekaan dan BPUPKI
Pertanyaan yg timbul pada sidang yg berlangsung selama tiga hari itu adalah :”Jika Indonesia Merdeka apa yang akan menjadi Dasar Negara?” Begitu banyak pendapat, teori dan perdebatan. Tetapi pada tanggal 1 Juni 1945 Soekarno berpidato dan memukau semua orang yang hadir pada siding tersebut.
“Jika hanya memikirkan hal yang remeh-temeh kapan Indonesia akan merdeka? Dasar Negara haruslah Simpel dan Universal”
Ada 5 poin utama yang dikemukan oleh Sukarno pada saat itu: (1) Kebangsaan, (2) Kemanusiaan, (3) Kerakyatan, (4) Keadilan Sosial, dan (5) Ketuhanan.
Dan jika kelima poin tersebut disimpulkan maka menjadi GOTONG ROYONG. Karena itu Gotong Royong merupakan Roh dari Pancasila. Soekarno dalam Pidatonya juga mengatakan, “KETUHANAN DENGAN BERKEBUDAYAAN”
Akhirnya dibentuklah panitia untuk menyusun Pancasila sebagai dasar Negara, dan lahirlah PIAGAM JAKARTA. Ada perbedaan pada sila Pertama saat itu yaitu: ‘Ketuhanan dengan menjalankan Syariat Islam’ Dengan mempertimbangkan suara dari Indonesia Timur maka sila Pertama diganti menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’
Pancasila sering dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu. Pada thn 1957-1959 ada pemikiran untuk merumuskan kembali Dasar Negara. Dewan Konstituante memperdebatkan hal itu selama 2 tahun dengan beberapa pilihan : (1) Dasar Negara Pancasila dipertahankan, (2) Dasar Negara Islam, atau (3) Dasar Negara Sosio Demokrasi
Pada akhirnya Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden dan membubarkan Dewan Konstituante dan kembali pada Pancasila. Untuk mempertahankan Pancasila, Soekarno membuat indoktrinasi yang dikenal dengan 7 POKOK INDOKTRINASI. Yang berujung membuat Pancasila menjadi dogmatis dan menjenuhkan.
Banyak orang menolak Pancasila hanya karena merasa ingin berbeda dengan Pihak Penguasa, karena Pancasila dipolitisir oleh pihak-pihak yang berkuasa untuk melanggengkan kekuasaannya. Apa yang membuat Pancasila menarik adalah nilai-nilai persatuan tapi universal yang dikandung di dalamnya. Ketika kita dihadapi oleh berbagai persoalan multidimensional dan mulai kehilangan arah, maka ada pihak yang mengusung budaya kearab-araban pada satu sisi dan kebarat-baratan pada sisi yang lain. Di tengah kebingungan ini muncul pertanyaan tentang apa sih jati diri kita sesungguhnya yang dapat mempersatukan semua pihak. Karena pertanyaan tersebut dan tanpa mengabaikan pihak yang lain, maka PANCASILA menjadi jawaban yang RELEVAN.
Sebagai nilai-nilai dasar, Pancasila telah mencakup semuanya. Kesadaraan akan nilai-nilai universal yg ada di Indonesia telah terangkum semuanya di dalam PANCASILA. Pancasila harus dibuat bermakna bagi kehidupan kita agar tidak hanya menjadi sekedar konsep yang sewaktu-waktu bisa dibuang. Karena itu kesadaran akan Pancasila harus muncul dari bawah.
Nilai-nilai Dasar sangat penting untuk selalu dimaknai kembali, karena generasi di masa mendatang belum tentu bisa menghayati Pancasila sebagai perekat dasar yang mempersatukan Indonesia. Hal tersebut akan sulit sekali dicapai jika kita tidak berusaha memaknai kembali nilai-nilai luhur Pancasila.
MODERATOR:
Pancasila digali oleh Soekarno bukan dari satu masa saja, tetapi dari masa-masa yang jauh sebelumnya. Pancasila adalah Nurani kita karena Pancasila diambil dari nilai-nilai yang muncul di nusantara dari rentang waktu yang panjang. Masalah saat ini muncul karena PANCASILA hanya dijadikan DOGMA.
Diskusi Bulanan Kebangsaan NIM, Moderator : Dian Martin
Pembicara : Wandy N Tuturoong, Ahmad Yulden Erwin Tempat/Waktu : One Earth, Sabtu-17 Juni 2006,
Dilaporkanoleh Hermawati Susanto The Torchbearer.
http: //bendemataram.blogsome.com
Pancasila & Manusia Modern 2
In Ideologi Bangsa on Januari 5, 2009 at 1:29 amPancasila Bagi Manusia Modern bag 2
NILAI-NILAI PANCASILA. Topik bahasan nilai-nilai Pancasila dibawakan oleh Ahmad Yulden Erwin dari Lampung, dengan lugas, mengelitik dan menarik Erwin juga mengisahkan bahwa dulu dia sendiri sangat alergi dengan Pancasila, Karena image Pancasila diusung oleh pihak penguasa sebagai ikon-kon politik para penguasa yang korup. Sampai akhirnya Pembicara sadar bahwa dulu yang ditolak bukan Pancasila tetapi Rezim/orang-orang yang menggunakan Pancasila untuk memperkuat posisinya.
Bagi Erwin, Burung Garuda Pancasila bisa ditafsirkan menjadi Funky!
Misalnya :
Mengapa Garuda menoleh kesebelah kanan?
Karena berkaitan dengan otak kanan (berkaitan dengan rasa biasanya simbolnya LOVE), karena Soekarno pecinta yang hebat karena itu Garuda dibuat menoleh kekanan. Artinya: ‘Kepala harus dituntun oleh Cinta’
Mengapa Garuda memakai Perisai?
Perisai adalah pelindung, pelindung dari hal-hal negatif yang menjadi kontra dari kelima sila.
Mengapa simbol sila kerakyatan adalah Kepala Banteng?
Namanya Rakyat biasanya tidak berpikir panjang sama seperti banteng mudah diprovokasi, karena itu Banteng di Garuda memejamkan mata, agar tidak mudah diprovokasi (banteng yang Meditatif)
Mengapa Bintang ditengah?
Bintang di tengah dengan sudut-sudut menunjuk ke empat sila, karena setiap sila-sila dalam Pancasila harus selalu dijiwai oleh Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kelima-lima Sila dalam Pancasila saling berhubungan. Jika muncul pertanyaan dalam masyarakat, mengapa rakyat belum sejahtera( sila ke-5) Karena rakyat belum dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan (sila ke-4).
Mengapa Rakyat belum dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan? Karena belum ada persatuan (sila ke-3)? Mengapa belum ada persatuaan? Karena belum ada kemanusiaan yang adil dan beradab (sila ke-2). Mengapa belum ada kemanusiaan? Karena belum ada Ketuhanan Yang Maha Esa.
Melihat simbol yang ada di Burung Garuda, kita menjadi mengetahui Jiwa Indonesia sebenarnya adalah Ketuhanan.
Diskusi menjadi semarak dan aktif, para peserta teman-teman mahasiswa dari UIN, BSI dan IPB ikut aktif mengajukan pertanyaan dan kesan-kesan mengenai diskusi Pancasila kali ini. Sebagian besar mengemukakan, bahwa selama bertahun-tahun memperoleh Pendidikan Pancasila, mereka belum pernah mendengar penyampaian topik Pancasila bisa ditampilkan dengan begitu menarik dan funky sehingga nilai-nilai di dalam Pancasila bisa dipahami dan dijiwai sepenuhnya, tidak sekedar menjadi dogmatis belaka.
Salah satu pertanyaan yang menarik adalah bagaimana cara agar bisa mengawal penafsiran kita tentang Pancasila supaya tidak menyimpang atau tidak salah tafsir?
Jawabanya adalah jika kita ingin menghindari multi tafsir, kita harus melihat keseluruhan secara komprehensif, dari semua simbol yang ada di Burung Garuda Pancasila yang ditafsir, Jangan kita melupakan nilai di bawah Garuda yang merupakan seuntai pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” Itu adalah keseluruhan Roh dari bangsa Indonesia. Apapun penafsiran harus selalu kembali kepada rohnya yaitu, Berbeda tetapi tetap satu.
Diskusi Bulanan Kebangsaan NIM, Moderator : Dian Martin
Pembicara : Wandy N Tuturoong, Ahmad Yulden Erwin Tempat/Waktu : One Earth, Sabtu-17 Juni 2006,
Dilaporkanoleh Hermawati Susanto The Torchbearer.
http: //bendemataram.blogsome.com