Desa adalah kekuatan….. ekonomi
Agar warganya tak pindah ke kota
………………………………………..
Desa adalah kekuatan sejati……..
Desa dan kota tak terpisahkan
Tapi desa harus diutamakan
Sayup-sayup terdengar lagunya Iwan Fals yang berjudul desa, yang dia tulis puluhan tahun lalu. Meskipun lagu tersebut sudah lama namun apa yang digambarkan dalam lagu tersebut sangat relevan dengan situasi desa atau nama lain yang setingkat dengannya saat ini. Fakta menunjukkan bahwa mayoritas penduduk negeri ini berada di desa harusnya perhatian diberikan lebih besar kepada wilayah ini. Namun kalau kita mau jujur melihat realitas masyarakat desa baik dari sisi kesejahteraan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang ada didesa membuat kita terhenyak, apa yang dicita-citakan sebagaimana bait lagunya Iwan Fals masihlah jauh dari harapan. Baca Lanjutannya…
Januari 11, 2009
Kategori: Gagasan Untuk Indonesia . . Penulis: suryokoco adiprawiro . Komentar: 1 Komentar
Ketika ditanya apakah permasalahan bangsa pada saat ini yang paling mendera. Sertamerta orang akan menjawab,”Kemiskinan.”
Sesudahnya kemudian berbicara problematika perikehidupan yang lain. Sebenarnya, kemiskinan dihadapi penduduk semua negara di dunia dengan intensitas berbeda-beda. Ekonom sering menyebut bahwa economic growth is necessary but not sufficient.
Ternyata pertumbuhan tidak serta-merta mampu menurunkan jumlah penduduk miskin apabila tidak diikuti perbaikan kapabilitas sumber daya manusia. Akumulasi dana masyarakat yang besar tidak berkontribusi nyata bagi penanggulangan kemiskinan jika tidak didistribusikan ke sektor riil, khususnya mendukung usaha gurem dan mikro, yang orang sering menyebutnya dengan ekonomi rakyat. Baca Lanjutannya…
Januari 5, 2009
Kategori: Pendapat Rakyat . Yang berkaitan:
Gunawan Sumodiningrat, kebangsaan, kemiskinan . Penulis: suryokoco adiprawiro . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Gagasan pemecahan UU Pemerintah Daerah menjadi tiga varian, yaitu UU Pemerintah Daerah (Pemda), UU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dan UU Desa, kembali menguat. Kali ini, tuntutan muncul melalui realisasi UU Desa yang diprakarsai Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Saat melakukan kunjungan kerja di beberapa daerah, DPD mendapat desakan agar segera menuntaskan pembentkan UU Desa. Undang-undang ini bertujuan agar desa semakin otonom mengurus diri sendiri setelah selama ini hanya jadi sumber pendapatan dengan melupakan aspek pemberdayaan masyarakat dan pemerintahannya.
Menurut Idris Zaini, anggota DPD asal Riau, RUU Desa harus segera dituntaskan untuk kepentingan daerah. “Harus dituntaskan demi kepentingan daerah, bukan elit,” kata Idris ketika membacakan Laporan Kegiatan di Daerah pada lanjutan Sidang Paripurna DPD yang dipimpin Wakil Ketua DPD Irman Gusman di Gedung Nusantara V Senayan belum lama ini. Baca Lanjutannya…
Januari 5, 2009
Kategori: Pendapat Rakyat . Yang berkaitan:
desa, dpd, ferdinal, nasionalisme . Penulis: suryokoco adiprawiro . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Teori matematika seri II bisa terulang jika program/rencana privatisasi BUMN berlanjut.Kalau BUMN sudah habis apakah mungkin pulau-pulau diprivitasi satu per satu karena tidak mempunyai solusi?
Di lain pihak kita dapat saksikan mobil dinas yang baru-baru dengan merk bergengsi dan gedung pemerintahan yang mewah dengan full AC. Bahkan rumah salah seorang bupati mencapai miliaran rupiah. Untuk inikah privatisasi aset bangsa? Pada permulaan tahun 60-an atau di zaman orde lama yang diantar jemput dengan mobil dinas hanya dekan untuk salah satu perguruan tinggi di Bandung. Itu pun mobilnya sedan kecil, Fiat 1100 D.Orang bijak bilang, anak jangan dimanjakan nanti akan merongrong orangtua. Demikian juga pejabat/birokrat sebagai pelayan masyarakat jangan dimanjakan nanti bisa menyengsarakan bangsa. Karena itu, APBN dan APBD dipangkas untuk menghindari privatisasi yang berakhir pada kerusakan bangsa.
Zulfan Armiya, Ciputat Tangerang. Senin, 05 Januari 2009, 06:23:42, http://rakyatmerdeka.co.id
Januari 5, 2009
Kategori: Pendapat Rakyat . Yang berkaitan:
BUMN. Privatisasi . Penulis: suryokoco adiprawiro . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya”, debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini. Baca Lanjutannya…
Januari 5, 2009
Kategori: Ideologi Bangsa . Yang berkaitan:
nasionalis, nasionalisme . Penulis: suryokoco adiprawiro . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar